teori nuklir

Ini adalah penelitian ilmiah terbesar sepanjang sejarah.
Apakah mungkin menguak peristiwa mahadah-syat Big Bang yang terjadi 13,7 miliar tahun lalu? Jawabnya sangat mungkin. Proyek raksasa yang dirancang para pakar nuklir di Pusat Riset Nuklir Eropa (CERN) telah membuktikan hal tersebut. Dengan membuat timan Big Bang dalam mesin yang mereka sebut sebagai Large Hadron Collider (LHC), para ilmuwan ini mencoba mengurai satu demi satu rahasia yang tersimpan dalam penciptaan alam semesta ini.


Alam semesta dan berbagai planet di dalamnya menyimpan rahasia yang terus-menerus ingin diketahui oleh para ilmuwan di dunia ini. Mereka melakukan berbagai percobaan dan penelitian terkait teori-teori penciptaan guna menguak misteri alam semesta.


Percobaan tersebut memanfaatkan metode fisika nuklir yang bisa menembakkan par-tikel-partikel sinar proton. Dengan menggunakan energi tertentu, partikel tersebut saling bertabrakan satu dengan lainnya. Tabrakan antarpar-tikel itu menggunakan kekuatan dengan tenaga super besar yang kecepatannya mendekati kecepatan cahaya.


Tabrakan partikel itu nyaris menyerupai ledakan raksasa pada saat proses pembentukan alam semesta yang dikenal dengan teori Big Bang. Para ilmuwan berharap, megaproyek terbesar sepanjang sejarah ini bisa menjadi kunci untuk memecahkan misteri kosmik, seperti asal-usul bintang dan planet-planet serta apa materi pembentuknya.
Proyek di LHC bergerak dalam berbagai penelitian


ilmiah di dunia. Di tahun 2008, mereka sempat menghentikan penelitian ini. Namun, sejak tahun lalu, mereka kembali memulai penelitiannya dan mengupayakan untuk melakukan percobaan. Mereka berusaha untuk menghancurkan sinar partikel proton dengan menggunakan energi yang sangat besar. Tabrakan partikel-partikel diharapkan menghasilkan energi sebesar tujuh triliun-electron-volt (TEV). Pergerakan partikel ini menyita waktu selama 18-24 bulan dengan pengamatan intensif di LHC. Mereka menggunakan empat detektor raksasa (salah satunya adalah CMS).


Tentu hasilnya tak dapat diperoleh sesegera mungkin. Mereka mengingatkan, data yang dikumpulkan dari dampak tabrakan sub-atomik itu perlu dianalisis lebih lanjut. "Penemuan didapatkan jika kita mampu mengumpulkan miliaran peristiwa dan mengidentifikasi, apakah ada di antaranya itu hal yang bisa menyajikan materi atau partikel baru," kata Guido Tonelli, juru bicara peneliti detektor CMS di LHC.


Dia berharap, dalam percobaan ini, didapatkan fenomena gaib yang terkuak dari bekas-bekas tabrakan tersebut. Satu tujuan utama adalah untuk menemukan jawaban atas partikel Higgs Boson. Partikel ini dinamai tokoh peneliti
Skotlandia, Peter Higgs. . Partikel tersebut, sambungnya, diduga memiliki peran besar dalam struktur alam semesta. Dengan adanya percobaan ini, memungkinkan bagi para ilmuwan untuk menjelaskan mengapa materi memiliki massa.


Para peneliti sudah memecah partikel sinar proton dan terdapat dua partikel yang berputar berlawanan arah di suatu medan magnet berenergi sebesar 3,5 TEV sejak 19 Maret 2010. Setelah keduanya stabil maka pada Selasa (30/3), dirancang terjadinya tabrakan di kedua partikel ini. Dalam akselerator partikel, energi sebesar tujuh TEV belum tercapai.


Partikel akan mulai beredar di arah berlawanan di terowongan berbentuk oval sepanjang 27 kilometer dari LHC dengan energi sebesar 3,5 TEV. Ketika partikel-partikel menabrak satu sama lain, setiap tabrakan akan menciptakan sebuah ledakan yang akan diteliti. Penelitian ledakan itu ditujukan untuk melacak dan menganalisis apa yang terjadi seperse-kian nanoseken setelah ledakan Big Bang yang sebenarnya terjadi pada 13,7
miliar tahun yang lalu.


Dalam bulan-bulan mendatang, seusai tabrakan itu, LHC melakukan empat percobaan besar pada keempat detektornya, yaitu Alice, Atlas, CMS, dan LHCb. "Ini adalah wilayah baru. Jika anda ingin menemukan partikel
baru, anda harus membuatnya secara besar-besaran. Untuk menghasilkannya, diperlukan energi yang lebih tinggi. Untuk pertama kalinya, kami akan memproduksi partikel yang mempunyai energi 3,5 kali lebih tinggi dari energi maksimum yang dicapai sejauh ini."


T.in-Ill mengatakan, masalah inilah yang membuat penelitian tersebut membutuhkan waktu yang lama. "Inilah sebabnya mengapa kita memulai perjalanan panjang untuk membuat penemuan-penemuan besar dalam mengidentifikasi materi-materi baru." reuters, ed maghfiroh


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Comment Here

Featured Post

ASAS - ASAS HUKUM DI INDONESIA

Popular Post